Tafsir dan Tafsir Tarbawi
Nama: Sitti Munawwarah
Nim: 18133015
Prodi: PBA1/ Semester V
Mata kuliah :Tafsir dan Tafsir Tarbawi
Tugas tanggal 23 November 2020
Rangkuman Metode
A. Pengertian Metode
Metode berasal dari bahasa yunani yang terdiri dari kata meta dan hodos, meta berarti yang dilalui dan hodos berarti jalan. Yang dimaksud dengan jalan di sini adalah suatu tata cara, tindakan atau amaliyah yang diamalkan menurut metode-metode tertentu yang telah ditetapkan oleh masing-masing perumus aliran yang tertentu pula. Misalnya seorang guru yang mengajarkan solat pada muridnya, dia menunjuki dan membimbing bagaimana caranya melakukan ibadah solat itu.
Maka metode adalah cara yang tepat untuk melakukan sesuatu agar mencapai apa yang diingikannya atau yang ditujunya.
Dalam bahasa Arab metode itu disebut dengan al-Tariqah. Kata ini selain diartikan pada metode, ia juga diartikan kepada jalan. Dengan demikian, metode dapat pula diartikan kepada suatu jalan yang dapat ditempuh dalam menjalankan materi pelajaran. Menurut Muhammad Athiyah al-Abrasyi mengartikan metode sebagai jalan yang dilalui untuk memperoleh pemahaman pada peserta didik. Sedangkan menurut Abd al-Aziz mengartikan metode dengan cara‑cara memperoleh informasi, pengetahuan, pandangan, kebiasaan ber-pikir, serta cinta kepada ilmu, guru, dan sekolah.
Merujuk kedalam bahasa arab, kata thariq dalam alquran, ada beberapa ayat yang langsung mengungkapkannya yaitu sebagai berikut:
1. Surat al-Ahqaf ayat 30
2. Surat al-Mukminun ayat 17
3. Surat an-Nisa ayat 168
4. Surat Thaha ayat 63
5. Surat jin ayat 16
Dalam pengunaan metode pendidikan yang perlu dipahami adalah bagaimana seorang pendidik dapat memahami hakikat metode dan relevansinya dengan tujuan utama pendidikan Islam, yaitu terbentuknya pribadi yang beriman yang senantiasa siap sedia mengabdi kepada Allah swt..
Berikut beberapa metode-metode pendidikan dan ayat-ayat yang berkenaan dengan metode pendidikan sebagai berikut:
1. Metode diskusi
Model diskusi merupakan pengajaran yang berfokus pada cara belajar siswa untuk bisa memecahkan kasus dari sebuah masalah. Metode ini dilakukan oleh dua atau lebih siswa yang saling berinteraksi.
Ayat yang berkaitan dengan metode ini yatu Quran surat al-Nahl ayat 125 yang berbunyi:
ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ ۖ وَجَٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ
Artinya :”Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”
2. Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab adalah suatu cara mengajar dimana seorang guru mengajukan beberapa pertanyaan kepada murid tentang bahan pelajaran yang telah diajarkan atau bacaan yang telah mereka baca. Metode ini cukup bnyak terdapat dalam Al-Qur’an, salah satunya yaitu terdapat dalam Al-Qur’an Surah As-Saffat : 100-108, sebagaimana Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :
رَبِّ هَبْ لِى مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ(١٠٠) فَبَشَّرۡنٰهُ بِغُلٰمٍ حَلِيۡمٍ (١٠١) فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعۡىَ قَالَ يٰبُنَىَّ اِنِّىۡۤ اَرٰى فِى الۡمَنَامِ أَنِّى اَذۡبَحُكَ فَانْظُرۡ مَاذَا تَرٰىؕ قَالَ يٰۤاَبَتِ افۡعَلۡ مَا تُؤۡمَرُ سَتَجِدُنِىۡۤ اِنۡ شَآءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيۡنَ (١٠٢) فَلَمَّاۤ اَسۡلَمَا وَتَلَّهٗ, لِلۡجَبِيۡنِ (١٠٣) وَنَادَيۡنٰهُ اَنۡ يّٰۤإِبۡرٰهِيۡمُۙ (١٠٤) قَدۡ صَدَّقۡتَ الرُّءۡيَا ۚ اِنَّا كَذٰلِكَ نَجۡزِى الۡمُحۡسِنِ (١٠٥) اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الۡبَلٰٓؤُا الۡمُبِيۡنُ (١٠٦) وَفدَيۡنٰهُ بِذِبۡحٍ عَظِيۡمٍ (١٠٧) وَتَرَكۡنَا عَلَيۡهِ فِى الۡأَخِرِيۡنَ (١٠٨)
Artinya :
“100. Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. 101. Maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang sangat sabar (Ismail). 102. Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, "Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!" Dia (Ismail) menjawab, "Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar." 103. Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (untuk melaksanakan perintah Allah). 104. Lalu Kami panggil dia, "Wahai Ibrahim! 105. sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu." Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. 106. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. 107. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. 108. Dan Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian”. (Q.S. As-Saffat : 100-108).
3. Metode Ceramah
Metode ceramah adalah cara penyampaiaan informasi melalui penuturan secara lisan oleh pendidik kepada peserta didik. Metode ini cukup bnyak terdapat dalam Al-Qur’an, salah satunya yaitu terdapat dalam Al-Qur’an Surah Thaha : 25-28, yaitu sebagaimana Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :
قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِى صَدْرِى (٢٥) وَيَسِّرْ لِى أَمْرِى (٢٦) وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَانِى (٢٧) يَفْقَهُوا قَوْلِى (٢٨)
Artinya :“Berkata Musa : Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku. Dan mudahkanlah untukku urusanku. Dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku. Supay mereka mengerti perkataanku”. (QS. Thaha ayat 25-28).دًا
Komentar
Posting Komentar