Tugas Rangkuman
Klasifikasi ilmu pengetahuan
Nama: Sitti Munawwarah
Nim :18133015
Prodi: PBA1
Semester:5
Mata kuliah: Tafsir dan Tafsir Tarbawi
Tugas: Membuat Rangkuman
Dalam al-Qur’an perkataan “ilmu” sering di sebut dalam berbagai bentuk. Karena banyak dan seringnya perkataan itu di sebut, maka dapat disimpulkan bahwa kedudukan ilmu sangat penting dalam agama islam. Didalam al-Qur’an disebutkan bahwa “llmu” adalah suatu keistimewaan pada manusia yang menyebabkan manusia unggul terhadap makhluk-makhluk yang lain.
Klasifikasi ilmu berawal dari keterbatasan potensi yang dimiliki rasio (pemikiran,nalar). Pun demikian proses pencariannya di butuhkan pembatasan-pembatasan yang berkaitan dengan ilmu itu sendiri.
Menurut imam Abi Abdillah Muhammad bin Muhammad ar-Ru’ainy dalam kitabnya Qurrotul ‘ain li syarhi al waroqot di sebutkan bahwa klasifikasi ilmu itu ada dua:
a. Ilmu dhoruriy adalah pengetahuan yang tidak memerlukan pemeriksaan dan pembuktian. Dalam arti lain, ilmu dhoruriy adalah ilmu yang bersifat pasti.
b. Ilmu muktasab adalah ilmu yang sudah baku hukumnya atau sesuatu yang didapatkan atau dihasilkan melalui proses pemikiran/kajian dan penggunaan dalil/pembuktian.
Surah-surah mengenai ilmu pengetahuan yaitu; Q. S. Saba ayat 1-2, Q. S. Al-Kahfi ayat 65, Q. S. Al-haqqah ayat 38-39, Q. S. Al-quran ayat 85, Q. S. An-Nahl 78
1. Q.S. Saba ayat 1-2
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الآخِرَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ (١) يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الأرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنزلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا وَهُوَ الرَّحِيمُ الْغَفُورُ (٢) } .
” Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang di langit dan apa yang di bumi dan bagi-Nya (pula) segala puji di akhirat. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui (1). Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang ke luar daripadanya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dialah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampun(2).
Tafsir/penjelasan ayat;
Allah Swt. menceritakan perihal diri-Nya Yang Mahamulia, bahwa bagi-Nya lah segala puji yang mutlak di dunia dan di akhirat. Karena Dialah Yang Memberi nikmat dan karunia kepada penduduk dunia dan akhirat, Yang Memiliki semuanya itu, dan Yang Menguasai kesemuanya.
2. Q. S. Al-Kahfi
فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا
Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.
Tafsir surah al Kahfi ayat 65; Ketika mereka tiba di tempat hilangnya ikan, mereka bertemu seorang hamba di antara hamba-hamba Kami yang saleh, yaitu Khaḍir -'alaihissalām-, yang telah Kami berikan rahmat kepadanya dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan ilmu kepadanya dari sisi Kami dengan ilmu yang tidak diketahui oleh manusia lainnya, yaitu ilmu yang akan terdapat dalam kisah ini.
3. Q. S. Al-haqqah ayat 38-39
فَلَآ أُقْسِمُ بِمَا تُبْصِرُونَ
Maka Allah bersumpah dengan apa yang kalian saksikan.
وَمَا لَا تُبْصِرُونَ فَلَآ أُقْسِمُ بِمَا تُبْصِرُونَ
(Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat, Dan dengan apa yang tidak kamu lihat) Yakni Aku bersumpah dengan segala yang terlihat dan yang tidak terlihat.
Tafsir/penjelasan :
Aku bersumpah dengan apa yang kalian lihat, yaitu hal-hal yang terlihat, dan juga apa yang tidak kalian lihat yang ghaib dari kalian, sesungguhnya al-Quran itu adalah Firman Allah, yang dibaca oleh seorang utusan yang punya kedudukan dan keutamaan agung, ia bukan perkataan penyair seperti yang kalian tuduhkan, tetapi sedikit dari kalian yang punya pemikiran dan perenungan untuk membedakan di antara keduanya, akan tetapi ia adalah Firman Tuhan alam semesta yang Dia turunkan kepada RasulNya, Muhammad.
4. Q. S Al-Isra ayat 85
وَيَسۡـــَٔلُوۡنَكَ عَنِ الرُّوۡحِ ؕ قُلِ الرُّوۡحُ مِنۡ اَمۡرِ رَبِّىۡ وَمَاۤ اُوۡتِيۡتُمۡ مِّنَ الۡعِلۡمِ اِلَّا قَلِيۡلًا
Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, "Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.
Tafsir /penjelasan;
"Dan mereka bertanya kepadamu) yaitu orang-orang Yahudi (tentang roh,) yang karenanya jasad ini dapat hidup ("Katakanlah) kepada mereka! ('Roh itu termasuk urusan Rabbku) artinya termasuk ilmu-Nya oleh karenanya kalian tidak akan dapat mengetahuinya (dan tidaklah kalian diberi pengetahuan melainkan sedikit.'") dibandingkan dengan ilmu Allah swt.
5. Q. S. An-Nahl
وَاللّٰهُ اَخۡرَجَكُمۡ مِّنۡۢ بُطُوۡنِ اُمَّهٰتِكُمۡ لَا تَعۡلَمُوۡنَ شَيۡـــًٔا ۙ وَّ جَعَلَ لَـكُمُ السَّمۡعَ وَالۡاَبۡصٰرَ وَالۡاَفۡـِٕدَةَ ۙ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُوۡنَ
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur.
Tafsir / penjelasan ayat;
Dan Allah telah mengeluarkan kalian dari perut-perut ibu-ibu kalian sesudah masa kehamilan sedang kalian tidak mengetahui apapun yang ada di sekitar kalian, kemudia Allah menjadikan bagi kalian sarana-sarana pengetahuan berupa pendengeran, penglihatan, dan hati. Mudah-mudahan kalian beryukur kepada Allah , atas nikmat-nikmat tersebut. Dan mengesakan Allah dengan ibadah.
Terdapat pandangan bahwa di dalam Al-Quran terdapat isyarat-isyarat, petunjuk, dan dorongan dari ayat-ayat Al-Quran yang memerintahkan seluruh umat manusia untuk mengembangkan berbagai macam ilmu pengetahuan. Dengan demikian, yang diperlukan bukan dilihat dari banyaknya berbagai teori dalam Al-Quran, tetapi dari segi spiritnya, atau dorongannya.
Dengan cara demikian, maka setiap orang akan mengkaji Al-Quran dengan sungguh-sungguh dan akan menghasilkan berbagai temuan ilmiah. Namun demikian, temuan-temuan tersebut agar tidak dimutlakkan, dan tidak dianggap sebagai satu-satunya kebenaran, melainkan dianggap sebagai temuan yang bersifat temporer, dan masih dapat diperbaharui dan dikembangan dengan akal dan kemampuan manusia dalam memanfaatkan segala pengetahuan yang Allah berikan.
Komentar
Posting Komentar