Rangkuman tafsir tarbawi

 RANGKUMAN TAFSIR DAN TAFSIR TARBAWI

Nama : Sitti Munawwarah

Prodi : PBA1/5

Nim :18133015

A. Pengertian Tafsir Dan Tafsir Tarbawi

Secara etimologi, tafsir berarti menjelaskan (الايضاح), menerangkan (التيين), menampakkan (الاظهار), menyimak (الكشف), dan merinci (التفصيل). Kata tafsir diambil dari Bahasa Arab yaitu يفسر تفسيرا فسر yang artinya menjelaskan. Pengertian inilah yang dimaksud didalam Lisan al-Arab dengan كشف المعطلى yang artinya membuka sesuatu yang tertutup. 

Jadi ilmu tafsir adalah ilmu yang membahas tentang Al-Qur'an dan mengartikan apa kandungan atau isi makna dari Al-Qur'an yang kita tidak tahu menjadi tahu. Dan penafsiran yang dilakukan terhadap Al-Qur'an juga hanya sebatas kemampuan manusia. Dengan kata lain, hal-hal yang di luar batas kemampuan manusia bukanlah termasuk dalam lapangan kajian tafsir itu sendiri. 

Sedangkan Tafsir Tarbawi atau pendidikan hakikatnya merupakan upaya untuk mendekatkan pemahaman akan kandungan Al-Qur'an dari aspek kependidikan, atau dengan kata lain upaya memahami implikasi ayat-ayat Al-Qur'an dari sisi kependidikan. Upaya memahami pesan-pesan Al-Qur'an dalam lembaran ayat-ayatnya itulah hakikat tafsir. Sehingga dapat dimengerti betapa urgennya tafsir Al-Qur'an itu. 

Jadi tafsir Tarbawi atau pendidikan adalah agar mendekatkan pemahaman akan kandungan Al-Qur'an dari aspek kependidikan dan bisa menyempurnakan kehidupan orang-orang, kebahagiaan, dan kebaikan orang-orang. 



B. Penafsiran Surah Al-Alaq Ayat 1-5 S

Sebagai kitab suci umat Islam, perlu kita ketahui didalam Al-Qur'an memiliki berbagai macam makna atau arti, diantara lain membahas tentang pendidikan. Dalam surat Al-Alaq ayat1-5 Allah memberikan gambaran dasar tentang nilai-nilai kependidikan tentang membaca, menulis, meneliti, mengkaji, menelaah sesuatu yang belum diketahui, dan pekerjaan-pekerjaan tersebut harus senantiasa diawali dengan meyertakan nama Tuhan (Bismillah). Dan salah satu surat Al-Alaq Ayat 1-5 Allah SWT berfirman;

ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ

خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ مِنْ عَلَقٍ

ٱقْرَأْ وَرَبُّكَ ٱلْأَكْرَمُ

ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِ

عَلَّمَ ٱلْإِنسَٰنَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Artinya; "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah Bacalah, dan Tuhanmulah yang maha pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaran Kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya".

Surah Al-Alaq merupakan surat yang pertamakali turun, meski tidak secara utuh sebagaimana surah al-Fatihah. Surat ini turun ketika Nabi Muhammad melakukan Tahannus (berdiam diri) di Gua Hira. Waktu itu diusianya yang genap 40 tahun, malaikat Jibril datang dan menyuruh Nabi Muhammad untuk mengikuti apa yang dibacanya. 

Wahyu inilah yang menjadi tonggak perubahan peradaban dunia. Dengan turunnya ayat tersebut, maka berubahlah garis sejarah umat manusia. Berubah dari kehidupan jahiliah nan gelap dalam semua aspek, termasuk didalamnya kegelapan ilmu pengetahuan, menjadi terang benderang. Sejak saat itu penduduk bumi hidup dalam keharibaan dan pemeliharaan Allah SWT secara langsung. 

Karena membaca adalah kunci untuk membuka ilmu pengetahuan, dan membaca juga merupakan sebuah aktivitas berupa melafalkan tulisan-tulisan yang kita baca. Dilihat dari segi pemahaman, membaca adalah menggali informasi dari teks. 

Ayat pertama dari surat ini adalah Iqra (bacalah), yang menjadi tonggak awal bagi peradaban ilmu pengetahuan. Adanya perintah membaca yang terkandung dalam ayat ini menegaskan bahwa perintah tak hanya sekedar membaca buku, namun juga berkaitan membaca tanda-tanda kebesaran Allah SWT dan alam semesta. 

Dari beberapa uraian di atas, semakin jelas bahwa dorongan untuk belajar disini bukanlah semata-mata belajar disekolah, melainkan mengandung arti yang luas, yaitu menambah pengetahuan dan meningkatkan keterampilan. Karena belajar akan menambah pengetahuan dan memperkaya alternatif-alternatif yang dapat dipilih, dengan melaksanakan alternatif yang dipilihnya manusia dapat meningkatkan kualitas hidupnya sebagai Kholifah dimuka bumi ini. Maka dari itu untuk bisa menjadi Kholifah yang baik maka manusia wajib belajar, dan menuntut ilmu agar dapat mengelola bumi dengan segala isinya dengan sebaik-baiknya demi kesejahteraan umat manusia. 


C. Sumber Klasifikasi Dan Ilmu Pengetahuan

Dalam Islam, ilmu pengetahuan memiliki landasan yang kokoh melalui Al-Qur'an dan Sunnah. Bersumber dari alam fisik dan alam metafisik, dan diperoleh melalui Indra, akal dan hati. Terdapat dalam Al-Qur'an, beberapa firman Allah SWT tentang ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan, antara lain: 

1. (Q.S SABA : 1-2)

2. (Q.S AL-KAHFI : 65)

3. (Q.S AL-HAAQQAH : 38-39)

4. (Q.S AL-ISRA : 85)

5. (Q.S AN-NAHL : 78)

Yang pertama, yaitu terdapat dalam Al-Qur'an surah SABA. Dinamakan surah SABA, karena didalamnya terdapat kisah kaum SABA. Dalam Qur'an Surah SABA Allah SWT berfirman, ayat 1-2 yang berbunyi; 

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ وَلَهُ ٱلْحَمْدُ فِى ٱلْءَاخِرَةِ ۚ وَهُوَ ٱلْحَكِيمُ ٱلْخَبِيرُ

يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِى ٱلْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنزِلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا ۚ وَهُوَ ٱلرَّحِيمُ ٱلْغَفُورُ

Artinya; "Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang ada di langit dan apa yang di bumi, dan segala puji di akhirat bagi Allah. Dan dialah yang maha bijaksana, mahateliti. Dia mengetahui apa yang masuk ke bumi, apa yang keluar darinya, apa yang turun dari langit, dan apa yang naik kepadanya. Dan dialah yang maha penyayang, dan maha pengampun".

Maksud dari kedua ayat tersebut adalah, Bahwa hanya kepada Allah-lah yang berhak disembah. Dan segala pujian atas karunia yang Allah SWT berikan kepada kita (manusia). Dan Allah-lah yang maha diatas maha segalanya, Allah-lah yang maha mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dialah yang maha bijaksana atas sesuatu yang dikehendakinya, dan Maha mengetahui semua perbuatan makhluk seisi bumi. Dan ayat ini juga menegaskan bahwa Allah-lah yang berhak menerima segala pujian karena Dia yang menciptakan semua yang ada di langit dan di bumi. Dialah pemilik yang sebenarnya.

Yang kedua, terdapat dalam Al-Qur'an surah Al-Kahfi ayat 65; 

فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا

Artinya; " Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba diantara hamba-hamba kami, yang telah kami berikan kepadanya Rahmat dari sisi kami, dan yang telah kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi kami".

Maksud dari ayat tersebut yaitu ketika mereka berdua menjumpai seorang hamba yang shaleh dari hamba-hamba ku, yaitu Khadir yang telah kami berikan padanya Rahmat dari sisi kami dan kami telah ajarkan kepadanya ilmu yang agung dari sisi kami, yaitu ilmu yang tidak diketahui oleh manusia lainnya. 

Yang ketiga, yaitu terdapat dalam Al-Qur'an surah Al-Haaqqah ayat 38-39; 

فَلَآ أُقْسِمُ بِمَا تُبْصِرُونَ

وَمَا لَا تُبْصِرُونَ

Artinya; " Maka aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat, dan dengan apa yang tidak kamu lihat". 

Maksud dari ayat tersebut adalah, Maka Allah bersumpah dengan apa yang kalian saksikan, yaitu hal-hal yang terlihat seperti Langit, bumi dan lainnya. Dan juga apa tidak kalian lihat, seperti Malaikat, Jin, dan selain mereka berdua (Allah dan Rasul-nya). Sesungguhnya itu semua sudah diatur oleh Allah SWT.  

Yang keempat, terdapat dalam Al-Qur'an surah Al-Isra ayat 85;

وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلرُّوحِ ۖ قُلِ ٱلرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّى وَمَآ أُوتِيتُم مِّنَ ٱلْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا

Artinya; " Dan mereka bertanya kepadamu tentang Roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". 

Maksud dari ayat diatas yaitu, Dan orang-orang kafir dari kalangan ahli kitab bertanya kepadamu, wahai Rasul, tentang hakikat roh, maka katakanlah pada mereka, " Tidak ada yang mengetahui hakikat roh kecuali Allah SWT. 

Sedangkan kalian dan semua mahkluk tidaklah diberikan ilmu kecuali hanya sedikit bila dibandingkan dengan ilmu Allah SWT. Ayat ini juga mengajak kita selaku umat manusia supaya bisa memahami isi Al-Quran dengan baik. Agar kita tidak tersesat kejalan yang tidak benar. 

Yang kelima, terdapat dalam Al-Qur'an surah An-Nahl ayat 78;

وَٱللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْـًٔا وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya; " Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur". 

Maksud dari ayat diatas yaitu, sesungguhnya Allah telah mengeluarkan kalian dari perut ibumu dan menjadi anak-anak dalam keadaan tidak tahu apa-apa. Kemudian Allah SWT memberikan pendengaran agar bisa mendengar, penglihatan agar bisa melihat, dan hati agar bisa memilih yang mana baik dan buruk agar kalian bersyukur. 


D. Ayat-ayat Ilmu Pengetahuan Dan Penafsirannya

Ilmu pengetahuan merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita sebagai manusia. Ilmu pengetahuan mencakup semua hal yang ada di alam semesta yang mana semuanya adalah ciptaan Allah SWT. Berikut dalam Al-Qur'an juga membahas mengenai ilmu pengetahuan sebagai berikut;

1. Ilmu Agama 


Terdapat dalam Al-Qur'an surah At-taubah ayat 122, Allah SWT berfirman;

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

Artinya; "Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke Medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya". 

Jadi penafsiran dari ayat tersebut adalah tidak seharusnya orang-orang mukmin itu semuanya berangkat ke Medan perang. Seharusnya sebagian dari mereka ada yang pergi berperang, dan sebagainya tetap tinggal dirumah untuk belajar dan memperdalam ilmu pengetahuan dan mendalami ilmu agama Islam. Agar mereka bisa memberi peringatan dan mengajarkan ilmu yang didapat itu kepada orang lain. Dan agar mereka juga bisa menjaga dirinya. 

2. Ilmu psikologi dan Ilmu Alam 

Terdapat dalam Al-Qur'an surah Fushilat ayat 53 yaitu;


سَنُرِيهِمْ ءَايَٰتِنَا فِى ٱلْءَافَاقِ وَفِىٓ أَنفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ ٱلْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدٌ

Artinya; "Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) kami di segala wilayah dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur'an itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?".

Penafsiran dari ayat diatas yaitu Kami akan memperlihatkan kepada orang-orang yang mendustakan itu ayat-ayat Kami berupa kemenangan dan keungulan islam yang menaklukan negri-negri dan menggungguli agama-agama, dari penjuru langit dan belahan bumi, peristiwa-peristiwa besar yang terjadi pada keduanya dan pada diri mereka sendiri yang mengandung keajaiban penciptaan Allah dan Ayat-AyatNya, sehingga dari ayat-ayat tersebut mereka mengetahui dengan jelas dan tidak menyisakan keraguan bahwa al-Qur’an yang mulia ini adalah haq yang di wahyukan kepadamu dari Tuhan semesta alam. Apakah kesaksian Allah belum cukup bukti bahwa al-Qur’an adalah haq dan orang yang membawanya adalah benar? Allah telah bersaksi dengan membenarkanya dan Dia Maha menyaksikan segala sesuatu, dan tidak ada kesaksian yang lebih besar dari pada kesaksian Allah.

3. Ilmu sejarah

Terdapat dalam Al-Qur'an surah Muhammad ayat 10 yang berbunyi; 

فَلَمْ يَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَيَنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ دَمَّرَ ٱللَّهُ عَلَيْهِمْ ۖ وَلِلْكَٰفِرِينَ أَمْثَٰلُهَا

Artinya; "Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan dimuka bumi sehingga mereka dapat memperlihatkan bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka, Allah telah menimpakan kebinasaan atas mereka dan orang-orang kafir akan menerima (akibat-akibat) seperti itu". 

Dari ayat di atas adalah Apakah orang-orang yang mendustakan itu tidak berjalan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan sebelum mereka. Kesudahan mereka adalah kesudahan yang menyakitkan, Allah membinasakan tempat-tempat tinggal mereka, menghancurkan mereka dan menghancurkan anak-anak dan harta benda mereka. Dan pada tiap jaman dan tempat terdapat contoh dari pembalasan itu bagi orang-orang yang kafir.

4. Biologi

Terdapat dalam Al-Qur'an surah Al-Anbiya ayat 30 yang berbunyi;


أَوَلَمْ يَرَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَنَّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَٰهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ ٱلْمَآءِ كُلَّ شَىْءٍ حَىٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ.

Artinya;"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?".

Penafsiran dari ayat diatas yaitu dan apakah orang-orang yang kafir kepada Allah itu belum mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulu menyatu, tidak ada celah dan ruang di antara keduanya yang bisa dilalui turunnya air hujan, kemudian Kami pisahkan antara keduanya, dan menjadikan segala makhluk berupa hewan dan tumbuhan berasal dari air yang turun dari langit ke bumi. Apakah mereka tidak mengambil pelajaran darinya, dan beriman kepada Allah semata? 

Dari ayat di atas, artinya bahwa Allah sangat menegaskan kepada manusia, bahwa Dialah (Allah) yang menciptakan semua kehidupan dimuka bumi ini.


E. Klasifikasi Pembidangan Ilmu Pengetahuan

1. Ilmu Tumbuh-tumbuhan Dan Bercocok Tanam (Botani)

Terdapat dalam Al-Qur'an surah Al-Hajj surah ke 22 ayat 5 yang artinya; 

"Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah". 

2. Ilmu Hewan (Zoologi) Dan ilmu Hayat

Dalam Al-Qur'an surah Al-Ghasyiyah ayat 17;

أَفَلَا يَنظُرُونَ إِلَى ٱلْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ

Artinya; "Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan".

Maksud dari ayat tersebut yaitu, Apakah orang orang kafir yang mendustakan itu tidak melihat kepada unta, bagaiman dia diciptakan menajdi makhluk yang menakjubkan? Dan kepada langit,manakala ia dic iptakan dengan kokohnya? Dan juga kepada gunung-gunung,bagaimana ia ditancapkan dengan tegak sehingga karenanya bumi menjadi tenang dan seimbang? Dan kepada bumi, bagaimana ia dibentangkan dan dihamparkan?

3. Ilmu tentang Kejadian makhluk/manusia 

Terdapat dalam Al-Qur'an surah Al-Mukminin ayat 12-14 yang artinya; 

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.

Dan sungguh Kami telah menciptakan Adam dari tanah yang diambil dari seluruh tempat di muka bumi. Dan kemudian Kami menciptakan anak keturunannya secara turun-temurun dari setetes air nuthfah, yaitu air mani lelaki yang keluar dari tulang sulbi mereka, lalu menetap dalam Rahim-rahim kaum wanita. 

Kemudian Kami menciptakan nuthfah itu menjadi alaqah, yaitu gumpalan darah merah. Lalu selepas empat puluh hari, Kami ciptakan alaqah itu menjadi mudhghah, yaitu gumpalan daging sebesar satu suapan yang dikunyah. Kemudian Kami menciptakan gumpalan daging yang lunak itu menjadi tulang-tulang, lalu Kami membungkus tulang-tulang itu dengan daging, dan setelah itu Kami ciptakan dia menjadi makhluk (dalam bentuk) yang berbeda dengan meniupkan ruh padanya. Mahaberkah Allah yang memperindah ciptaan untuk segala sesuatu. 

4. Ilmu Falak 

Terdapat dalam Al-Qur'an surah Yasin ayat 37-40 yang artinya; 

"Dan lagi dalil yang terang untuk mereka (berfikir) ialah malam; kami hilangkan siang daripadanya,maka dengan serta-merta mereka berada dalam gelap-gelita.Dan sebagian dari dalil yang tersebut ialah matahari,ia kelihatan beredar ke tempat dan di tetap baginya itu adalah takdir Tuhan yang Maha kuasa,lagi Maha mengetahui,Dan bulan pula kami takdirkan dia beredar melalui beberapa peringkat sehingga di akhir peredarannya keliatan kembali pula ke pringkat awalnya.matahari tidak mudah baginya mengejar bulan,dan malam pula tidak dapat mendahului siang,karena tiap-tiap satunnya beredar terapung-apung di tempat edarannya masing-masing". Maksud dari ayat diatas yaitu Ayat ini meletakkan dasar dasar garis ilmu pengetahuan alam dan ilmu falaq. Terjadinya siang dan malam karena bergeraknya tata surya, terutama bumi dan matahari. Ayat ini menyiratkan bagaimana proses geologi berjalan puluhan, ratusan bahkan jutaan tahun. Berdasarkan kajian saintis, pada dasarnya proses geologi berupa siklus yang tiada berhenti didasar lautan, seperti lautan fasifik contohnya , berjalan proses penghamparan material magmatik yang keluar dari punggungan tengah samudra. Lempengan ini terus bergerak dan menabrak lempengan lainnya. 

5. Ilmu Fisika dan Kimia

Dalam Al-Qur'an surah Ar-Rad ayat 12-13 yaitu; 

Artinya; "Dialah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan mendung. Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dialah Tuhan Yang Maha keras siksa-Nya. Maksud dari ayat di atas yaitu Dan guruh bertasbih memuji Allah yang menujukan ketundukannya kepada tuhannya. Dan para malaikat menyucikan tuhan mereka karena ketakutan mereka kepada Allah. Dan Allah mengirim halilintar yang membinasakan, sehingga matilah orang yang Allah kehendaki dari makhlukNya. Dan orang-orang kafir mendebat sifat-sifat keesaan Allah dan kuasaNya untuk membangkitkan makhluk setelah mati. Dan dia mahakeras daya, kekuatan dan hukumannya terhadap orang yang maksiat kepadaNya.

6. Ilmu Hitung dan Eksakta

Dalam Al-Qur'an surah Al-Hijr ayat 21 yaitu; 

Artinya; "Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu". 

Maksud dari ayat tersebut yaitu Tidak ada sesuatu yang bermanfaat bagi manusia dan hewan-hewan kecuali Kami berkuasa mengadakannya dan membuat manusia memanfaatkannya. Kami tidak mengadakan apa yang Kami adakan dari semua itu kecuali dengan kadar yang ditentukan sesuai dengan tuntutan hikmah dan kehendak Kami.

7. Ilmu Geologi

Dalam Al-Qur'an surah Al-zalzalah ayat 1-2 yaitu) 

إِذَا زُلْزِلَتِ ٱلْأَرْضُ زِلْزَالَهَا

وَأَخْرَجَتِ ٱلْأَرْضُ أَثْقَالَهَا

Artinya; "Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya".  

Maksud dari ayat diatas Yakni jika bumi digoncangkan dengan goncangan yang keras hingga segala yang ada di atasnya hancur lebur. Dan bumi mengeluarkan mayat-mayat dan kandungan lainnya yang berada di dalam perutnya.


F. Ayat-ayat Metode Pendidikan

Pengertian Metode

Metode berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata Meta dan Hodos. Meta berarti yang di lalui dan hodos berarti jalan. Yang dimaksud dengan jalan disini adalah suatu tata cara, tindakan atau amaliyah yang diamalkan menurut metode-metode tertentu yang telah ditetapkan oleh masing-masing perumus aliran yang tertentu pula. Maka metode adalah cara yang tepat untuk melakukan sesuatu agar mencapai apa yang diingikannya atau yang ditujunya.

Dalam bahasa Arab metode itu disebut dengan al-Tariqah. Kata ini selain diartikan pada metode, ia juga diartikan kepada jalan. Dengan demikian, metode dapat pula diartikan kepada suatu jalan yang dapat ditempuh dalam menjalankan materi pelajaran. Menurut Muhammad Athiyah al-Abrasyi mengartikan metode sebagai jalan yang dilalui untuk memperoleh pemahaman pada peserta didik. Sedangkan menurut Abd al-Aziz mengartikan metode dengan cara‑cara memperoleh informasi, Pengetahuan, pandangan, kebiasaan ber-pikir, serta cinta kepada ilmu, guru, dan sekolah.

Merujuk kedalam bahasa arab, kata thariq dalam alquran, ada beberapa ayat yang langsung mengungkapkannya yaitu sebagai berikut:

1. Surah Al-Ahqaf : 30

2. Surah Al-Mukminun : 17

3. Surah an-Nisa : 168

4. Surah Thaha : 63

5. Surah Jin : 16

Dalam pengunaan metode pendidikan yang perlu dipahami adalah bagaimana seorang pendidik dapat memahami hakikat metode dan relevansinya dengan tujuan utama pendidikan Islam, yaitu terbentuknya pribadi yang beriman yang senantiasa siap sedia mengabdi kepadaAllah SWT.

Ada beberapa metode-metode pendidikan dan ayat-ayat yang berkenaan dengan metode pendidikan sebagai berikut:

1. Metode ceramah adalah cara menyampaikan sebuah materi pelajaran dengan cara penuturan lisan kepada peserta didik. Ayat-ayat al-Quran yang mengabarkan mengenai metode ini yaitu:

a. Surah Thaha : 25-28

b. Surah Al-Araf : 35

c. Surah Yunus : 23

2. Metode Diskusi

Metode diskusi adalah suatu cara mempelajari materi pelajaran dengan memper-debatkan masalah yang timbul dan saling mengadu argumentasi secara rasional dan objektif. Dengan metode ini, guru dapat mempertinggi daya nalar murid dan memotivasi untuk lebih aktif, sehingga proses belajar dan pembelajaran menjadi harmonis dan bergairah. Ayat yang berkaitan dengan metode ini yatu Quran surah An-Nahl ayat 125 yang berbunyi ;  

ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ 

وَجَٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ

وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ

Artinya : ”Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”

G. Ayat-ayat tentang Tanggung jawab Pendidikan dalam Al-Qur'an


1. Individu


a. Terdapat dalam Al-Qur'an surah At- Tahrim ayat 6 yaitu: 


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ


Artinya; "Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan".


b. Q.S At-Thur ayat 21;


وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَٰنٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ أَلَتْنَٰهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَىْءٍ ۚ كُلُّ ٱمْرِئٍۭ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ


Artinya; "Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya".


c. Qur'an surah Al-Isra ayat 36 :


وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًا


Artinya; "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya". 


2. Orang Tua


a. Qur'an surah Thaha ayat 132 :


وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَٱلْعَٰقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ


Artinya; "Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa".


b. Q.S Al-Furqon ayat 74 yaitu :


وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا


Artinya; "Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa".


c. Q.S At-Taghabun ayat 14 


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّ مِنْ أَزْوَٰجِكُمْ وَأَوْلَٰدِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَٱحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِن تَعْفُوا۟ وَتَصْفَحُوا۟ وَتَغْفِرُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ


Artinya; "Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".


d. Q.S Luqman ayat 13;


وَإِذْ قَالَ لُقْمَٰنُ لِٱبْنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱلشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ


Artinya; "Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".


Latar belakang turunnya ayat ini terkait dengan turunnya surah Al-An'am ayat 82 yaitu; 


ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَلَمْ يَلْبِسُوٓا۟ إِيمَٰنَهُم بِظُلْمٍ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ


Artinya; "Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk". 


Para sahabat Nabi Muhammad Saw keberatan atas turunnya ayat tersebut diatas maka mereka menghadap Nabi dan bertanya siapakah diantara kami yang dapat membersihkan keimanan kami dari kedzaliman? Atas pertanyaan ini maka Allah turunkan Qur'an surah Luqman ayat 13.


e. Q.S Luqman ayat 14 


وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ


Artinya; "Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu". 


f. Q.S As-Syuara ayat 214 


وَأَنذِرْ عَشِيرَتَكَ ٱلْأَقْرَبِينَ


Artinya; "Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat, "


Latar belakang turunnya ayat ini terkait dengan strategi Dakwah Nabi Muhammad Sawengajak para sahabat menuju kejalan Islam yaitu dengan cara mengajak keluarga dan kaum kerabat. Pendapat lain, ayat ini turun terkait dengan pidato Nabi Muhammad Saw dihadapan para sahabat yang menyeru wahai saudara-saudaraku, wahai kaum Quraisy, Bani Ka'ab, Bani Hasyim, Fatimah binti Muhammad selamatkan lah dirimu dan keluargamu dari api neraka. 


3. Sekolah


a. Q.S Al-Mujadilah ayat 11 :


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ


Artinya; "Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan". 


Latar belakang turunnya ayat ini terkait dengan sikap para sahabat Nabi yang tidak memberi tempat duduk kepada orang yang terlambat datang mengikuti majelis taklim Rasulullah Saw. Menurut Rasulullah sikap itu adalah salah yang seharusnya sekalipun terlambat berilah tempat duduk. 


b. Q.s Al-Baqarah ayat 132-133 


وَوَصَّىٰ بِهَآ إِبْرَٰهِۦمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَٰبَنِىَّ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصْطَفَىٰ لَكُمُ ٱلدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ


أَمْ كُنتُمْ شُهَدَآءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ ٱلْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنۢ بَعْدِى قَالُوا۟ نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ ءَابَآئِكَ إِبْرَٰهِۦمَ وَإِسْمَٰعِيلَ وَإِسْحَٰقَ إِلَٰهًا وَٰحِدًا وَنَحْنُ لَهُۥ مُسْلِمُونَ


Artinya; "Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam. Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".


4. Masyarakat


a. Q.s Ali- Imran ayat 104 


وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى ٱلْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ ۚ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ


Artinya; "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung". 


b. Q.s Ali-Imran ayat 110


كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ ۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ ٱلْكِتَٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ


Artinya; "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik". 


5. Pemimpin


a. Q.s An-nisa ayat 59 yaitu; 


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَٰزَعْتُمْ فِى شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا


Artinya; "Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya". 


b. Q.s At-taubah ayat 71


وَٱلْمُؤْمِنُونَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَيُطِيعُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ ٱللَّهُ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ


Artinya; "Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana". 


c. Hadits Nabi Muhammad Saw


كلكم راع وكلكم مسؤ ول عن رعيته (متفق عليه)


"Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan di mintai pertanggungjawaban". 


C. Munasabah Ayat (Hubungan Ayat) 


Hubungan surah Luqman :13 dengan surah Al-An'am yakni terkait dengan pernyataan para sahabat kepada Nabi Muhammad Saw tentang bagaimana cara membersihkan keimanan dari kedzaliman, maka Allah SWT menjawab caranya yaitu tidak boleh syirik baik dari segi perkataan dan perbuatan karena syirik itu adalah kedzaliman terbesar. Dan hubungan surah As-Syuara: 214 dengan surah At-Tahrim: 6 yaitu terkait dengan strategi Dakwah Nabi Muhammad Saw dalam berdakwah yakni mengajak keluarga dan kerabat kejalan Islam. Ajakan ini berarti telah menyelamatkan diri dan keluarga dari api neraka. 


D. Pandangan Para Mufassir Tentang Tanggung Jawab Pendidikan


Tanggung jawab secara individu maksudnya tanggung jawab pribadi terhadap pendidikan untuk merubah kondisi pendidikan dari tidak baik menjadi baik dan yang baik menjadi lebih baik lagi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas individu agar terhindar dari kebodohan dan keterbelakangan sehingga menjadi manusia paripurna dan berilmu pengetahuan. 


Menurut M. Quraisy Shihab tanggung jawab pendidikan secara individu dan keluarga yaitu meneladani kehidupan Rasulullah Saw dan keluarganya dan diterapkan dalam kehidupan individu dan rumah tangga. Keteladanan Rasul meliputi semua perkataan, perbuatan dan takrir. Perkataan terkait dengan ajaran Islam yang disampaikan Rasul kepada para keluarga, sahabat dan umat Islam secara keseluruhan dan perbuatan yakni uswat al-hasanah, akhlak mulia yang di milikinya, sedang takrir adalah persetujuan rasul atas perbuatan para sahabat. Perkataan perbuatan dan takrir disebut Sunnah. Dalam pandangan Islam Sunnah itulah yang harus diikuti dan diteladani oleh individu, keluarga masyarakat dan pemimpin sehingga memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat serta terbebas dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia, jin dan batu. 


Tanggung jawab keluarga meliputi enam hal. Pertama, anak harus dilihat sebagai amanah. Versi Al-Qur'an anak adalah hiasan hidup, sumber harapan dan musuh bagi orang tua. Kedua, menjaga hubungan harmonis antara ayah, ibu dan anak dari hubungan inilah terbentuklah keluarga sakinah, mawaddah warahmah. Maksudnya rumah tangga yang teduh, damai dan dapat memenuhi kebutuhan primer keluarga. Ciri-cirinya yakni bahasa ayah dan ibu kepada anak harus lemah lembut, sopan dan tidak kasar, demikian pula bahasa anak kepada kedua orang tua. Ketiga, mendoakan agar di karuniai istri (pasangan) dan anak-anak yang menjadi permata hati mulai dari alam lahir sampai lahir. Permata hati maksunya menggembirakan, anak yang menghiasi diri dngan akhlak yang mulia, Sholeh dan Sholehah, berpendidikan, cerdas, kreatif, serta tunduk dan petuh kepada kedua orang tua. Keempat, menasehati anak kejalan kebaikan dengan cara menyentuh hati atau kasih sayang, tidak dengan cara kasar dan membentak. Kelima, menjelaskan kepada anak tidak boleh syirik secara lahir dan batin kepada Allah. Karena syirik itu perbuatan dzalim dan dosa terbesar yang tdiak akan diampuni oleh Allah SWT. Keenam, tanggung jawab keluarga mengantarkan keluarga menjadi keluarga bahagia. 


Tanggung jawab sekolah atau guru terdapat dalam Qur'an surah Al-Mujadilah ayat 11 dan Al-Baqarah ayat 132-133 yaitu memberi pendidikan secara formal, terutama mengembangkan potensi akal dan spiritual peserta didik. Potensi akal maksudnya mengembangkan daya pikir peserta didik menjadi anak yang cerdas, disiplin, rajin, mandiri, kreatif, inovatif dan patuh pada perintah guru. 


Tujuan pengembangan akal dan Ruhani adalah untuk melahirkan peserta didik yang beriman, berakhlak mulia dan berilmu pengetahuan. Menurut M. Quraisy Shihab mengatakan berilmu pengetahuan maksudnya peserta didik yang beriman, berilmu bukan hanya ilmu agama tetapi ilmu pengetahuan umum yang bermanfaat utnuk dirinya dan masyarakat. Manusia menurutnya terbagi menjadi dua. Pertama, manusia yang beriman dan beramal shaleh. Kedua, manusia beriman, beramal Sholeh dan berilmu pengetahuan. 


Pemimpin adalah orang yang memimpin yang di tunjuk atau dipilih masyarakat. Menurut M. Quraisy Shihab Ulil Amri atau pemimpin ialah orang yang berwenang mengurusi urusan kaum muslimin dalam bidang kemasyarakatan. Kelompok yang termasuk pemimpin ialah pemerintah, ulama, pemimpin organisasi dan profesi. 


Jadi, tanggung jawab pendidikan dibebankan kepada individu, keluarga, guru (sekolah) masyarakat dan pemimpin. Tanggung jawab orang tua yakni tanggung jawab pendidikan diserahkan kepada kedua orang tua dirumah seperti Pendidikan akhlak dan meneladani keluarga Nabi Muhammad Saw. Tanggung jawab sekolah (guru) adalah mengembangkan potensi akal dan Ruhani peserta didik di sekolah. Potensi akal yakni menjadikan peserta didik cerdas, terampil, dan berakhlak mulia. Sedangkan Ruhani yakni mengembangkan potensi Ruhani peserta didik sehingga sadar akan dirinya sebagai mahkluk Allah yang terbaik, tidak berlaku syirik, dan menjadikan Allah sebagai tempat menyembah dan tempat meminta tolong. Tanggung jawab pemimpin adalah menyelenggarakan pendidikan, menyediakan sarana dan prasarana, tenaga pendidik, pengguna, horor, kurikulum, administrasi dan evaluasi pendidikan. Tanggung jawab masyarakat yaitu mengajak manusia kepada jalan kebaikan, makruf dan nahi Munkar dengan cara tidak boleh memaksa tetapi disampaikan secara persuasif dengan cara bilhikmah (kearifan) al-maui'zah al-hasanah (pengajaran yang baik) dan mujadalah (dialog). Jadi intinya, keseluruhan tanggung jawab ini saling terkait dan saling berhubungan antara satu tanggung jawab dengan tanggung jawab yang lain. 

3. Metode Tanya-jawab

Metode tanya-jawab adalah cara guru mentransformasikan materi pelajaran melalui tanya-jawab. Metode ini digunakan ingin mengecek, ingin mengetahui atau merangsang mereka (peserta didik) terhadap materi. Ayat-ayat yang mengambarkan metode ini yaitu sebagai berikut:

1. Surah As-Saffat : 100-108

2. Surah Al-Anbiyaa : 57-70


4. Metode Amtsal

Metode Amsal yaitu, suatu cara mengajar, dimana guru menyampaikan materi pembelajaran dengan membuat atau melalui contoh atau perumpamaan. Secara harfiah, semakna dengan shabah yang berarti serupa, sama atau seperti. Dalam bahasa Arab kata ini digunakan untuk men yamakan sesuatu dengan sesuatu yang lain, seperti yang tergambar dalamung kapan “kamu bagaikan matahari”. Ungkapan ini bermaksud menyamak-an seseorang dengan matahari karena ia memiliki sifatnya sama dengan matahari. Mathal juga berarti suatu ungkapan yang menyerupakan keadaan sesuatu atau sesorang dengan apa-apa yang terkandung dalam ungkapan itu, seperti yang terdapat dalam ungkkapan ”jangan kau tebarkan mutiara di depan babi-babi itu”. Selain makna ini mathal dapat pula diartikan kepada menggambarkan sesuatu yang abstrak secara konkret agar yang abstrak itu mudah di pahami dan berpengaruh kepada jiwa manusia. Ayat-ayat yang berkenaan dengan metode ini yaitu sebagai berikut:

1. Surah Al-Baqarah : 17-19

2. Surah Al-Baqarah : 68

3. Surah Al-Furqon : 67

4. Surah an-Nisa : 123

5. Surah Al-Isra : 29

6. Surah al-Isra : 63

7. Surah an-Najm : 41

8. Surah Yusuf : 64

9. Surah Yusuf : 41

10. Surah Yusuf : 51

11. Surah al-Isra : 84

5. Metode Pengulangan (tikror)

Yaitu cara mengajar dimana guru memberikan materi ajar dengan cara mengulang-ngulang materi tersebut dengan harapan siswa bisa mengingat lebih lama materi yang disampaikan. Metode pengulangan ini banyak dalam al-Quran diantaranya yaitu: ayat- ayat yang bersangkutan dengan metode ini yaitu:

1. Surah Al-Fatihah : 7

2. Surah Al-Anfal : 4-5

3. Surah Ali-Imron : 10-11

6. Metode Keteladanan

Metode keteladanan adalah suatu cara bagaimana seorang guru mencontohkan keteladanan atau kebiasaan yang baik sesuai yang diperintahkan oleh Allah dan rosulnya, sebaik-baik teladan adalah Allah dan Rosulullah Saw. Ayat mengenai metode ini yaitu pada Al-Qur'an surah al-Ahzab ayat 21;

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا

Artinya; "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah". 

7. Metode Targhib dan Tarhib

Yaitu cara mengajar dimana guru memberikan materi pembelajaran dengan menggunakan ganjaran terhadap kebaikan dan hukuman kepada keburukan agar peserta didik melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan. Sebagaimana hadits nabi berikut :


Artinya : “Hadis Ahmad ibn shalih Abdullah ibn Wahhab, Umar memberitakan kepadaku dari Bakr ibn Suadah al-Juzami dari Shalih ibn Khaiwan dari Abi Sahlah as-Sa’ib ibn Khallad, Ahmad dari kalangan sahabat Nabi Saw. Bahwa ada seorang yang menjadi imam solat bagi sekelompok orang, kemudian dia meludah ke arah kiblat dan Rasulullah Saw, melihat, setelah selesai solat Rasulullah Saw. Bersabda “jangan lagi dia menjadi imam solat bagi kalian.”

8. Metode Eksperimen

Metode eksperimen adalah suatu cara mengajar, di mana siswa melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru. Ayat al-quran mengenai metode ini yaitu terdapat pada surah ar-Rahman ayبِسُلْطَٰن

يَٰمَعْشَرَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ إِنِ ٱسْتَطَعْتُمْ أَن تَنفُذُوا۟ مِنْ أَقْطَارِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ فَٱنفُذُوا۟ ۚ لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَٰنٍ

Artinya; " Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan". 

9. Metode Demontrasi

Metode Demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan memeragakan suatu proses kejadian. Metode Demonstrasi biasanya diaplikasikan dengan menggunakan alat-alat bantu pengajaran seperti benda-benda miniatur, gambar, perangkat alat-alat laboratorium dan lain-lain. Definisi lain Metode Demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian,aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Ayat Al-Qur'an mengenai metode ini yaitu surah al-Kahfi ayat 66 yang berbunyi :


قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا

Artinya : “Musa berkata kepada Khidhr: "Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu".


G. Ayat-ayat tentang Tanggung jawab Pendidikan dalam Al-Qur'an

1. Individu

a. Terdapat dalam Al-Qur'an surah At- Tahrim ayat 6 yaitu: 


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Artinya; "Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan".

b. Q.S At-Thur ayat 21;


وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَٰنٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ أَلَتْنَٰهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَىْءٍ ۚ كُلُّ ٱمْرِئٍۭ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

Artinya; "Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya".

c. Qur'an surah Al-Isra ayat 36 :

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًا

Artinya; "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya". 

2. Orang Tua

a. Qur'an surah Thaha ayat 132 :


وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَٱلْعَٰقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

Artinya; "Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa".

b. Q.S Al-Furqon ayat 74 yaitu :a

وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا qلِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Artinya; "Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa".

c. Q.S At-Taghabun ayat 14 


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّ مِنْ أَزْوَٰجِكُمْ وَأَوْلَٰدِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَٱحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِن تَعْفُوا۟ وَتَصْفَحُوا۟ وَتَغْفِرُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Artinya; "Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

d. Q.S Luqman ayat 13;

وَإِذْ قَالَ لُقْمَٰنُ لِٱبْنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱلشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Artinya; "Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".

Latar belakang turunnya ayat ini terkait dengan turunnya surah Al-An'am ayat 82 yaitu; 

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَلَمْ يَلْبِسُوٓا۟ إِيمَٰنَهُم بِظُلْمٍ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ

Artinya; "Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk". 

Para sahabat Nabi Muhammad Saw keberatan atas turunnya ayat tersebut diatas maka mereka menghadap Nabi dan bertanya siapakah diantara kami yang dapat membersihkan keimanan kami dari kedzaliman? Atas pertanyaan ini maka Allah turunkan Qur'an surah Luqman ayat 13.

e. Q.S Luqman ayat 14 

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

Artinya; "Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu". 

f. Q.S As-Syuara ayat 214 

وَأَنذِرْ عَشِيرَتَكَ ٱلْأَقْرَبِينَ

Artinya; "Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat, "

Latar belakang turunnya ayat ini terkait dengan strategi Dakwah Nabi Muhammad Sawengajak para sahabat menuju kejalan Islam yaitu dengan cara mengajak keluarga dan kaum kerabat. Pendapat lain, ayat ini turun terkait dengan pidato Nabi Muhammad Saw dihadapan para sahabat yang menyeru wahai saudara-saudaraku, wahai kaum Quraisy, Bani Ka'ab, Bani Hasyim, Fatimah binti Muhammad selamatkan lah dirimu dan keluargamu dari api neraka. 

3. Sekolah

a. Q.S Al-Mujadilah ayat 11 :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya; "Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan". 

Latar belakang turunnya ayat ini terkait dengan sikap para sahabat Nabi yang tidak memberi tempat duduk kepada orang yang terlambat datang mengikuti majelis taklim Rasulullah Saw. Menurut Rasulullah sikap itu adalah salah yang seharusnya sekalipun terlambat berilah tempat duduk. 

b. Q.s Al-Baqarah ayat 132-133 

وَوَصَّىٰ بِهَآ إِبْرَٰهِۦمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَٰبَنِىَّ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصْطَفَىٰ لَكُمُ ٱلدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

أَمْ كُنتُمْ شُهَدَآءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ ٱلْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنۢ بَعْدِى قَالُوا۟ نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ ءَابَآئِكَ إِبْرَٰهِۦمَ وَإِسْمَٰعِيلَ وَإِسْحَٰقَ إِلَٰهًا وَٰحِدًا وَنَحْنُ لَهُۥ مُسْلِمُونَ

Artinya; "Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam. Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".


4. Masyarakat

a. Q.s Ali- Imran ayat 104 

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى ٱلْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ ۚ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

Artinya; "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung". 

b. Q.s Ali-Imran ayat 110


كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ ۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ ٱلْكِتَٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

Artinya; "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik". 

5. Pemimpin

a. Q.s An-nisa ayat 59 yaitu; 


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَٰزَعْتُمْ فِى شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Artinya; "Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya". 

b. Q.s At-taubah ayat 71


وَٱلْمُؤْمِنُونَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَيُطِيعُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ ٱللَّهُ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Artinya; "Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana". 

c. Hadits Nabi Muhammad Saw

كلكم راع وكلكم مسؤ ول عن رعيته (متفق عليه)

"Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan di mintai pertanggungjawaban". 

C. Munasabah Ayat (Hubungan Ayat) 

Hubungan surah Luqman :13 dengan surah Al-An'am yakni terkait dengan pernyataan para sahabat kepada Nabi Muhammad Saw tentang bagaimana cara membersihkan keimanan dari kedzaliman, maka Allah SWT menjawab caranya yaitu tidak boleh syirik baik dari segi perkataan dan perbuatan karena syirik itu adalah kedzaliman terbesar. Dan hubungan surah As-Syuara: 214 dengan surah At-Tahrim: 6 yaitu terkait dengan strategi Dakwah Nabi Muhammad Saw dalam berdakwah yakni mengajak keluarga dan kerabat kejalan Islam. Ajakan ini berarti telah menyelamatkan diri dan keluarga dari api neraka. 

D. Pandangan Para Mufassir Tentang Tanggung Jawab Pendidikan

Tanggung jawab secara individu maksudnya tanggung jawab pribadi terhadap pendidikan untuk merubah kondisi pendidikan dari tidak baik menjadi baik dan yang baik menjadi lebih baik lagi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas individu agar terhindar dari kebodohan dan keterbelakangan sehingga menjadi manusia paripurna dan berilmu pengetahuan. 

Menurut M. Quraisy Shihab tanggung jawab pendidikan secara individu dan keluarga yaitu meneladani kehidupan Rasulullah Saw dan keluarganya dan diterapkan dalam kehidupan individu dan rumah tangga. Keteladanan Rasul meliputi semua perkataan, perbuatan dan takrir. Perkataan terkait dengan ajaran Islam yang disampaikan Rasul kepada para keluarga, sahabat dan umat Islam secara keseluruhan dan perbuatan yakni uswat al-hasanah, akhlak mulia yang di milikinya, sedang takrir adalah persetujuan rasul atas perbuatan para sahabat. Perkataan perbuatan dan takrir disebut Sunnah. Dalam pandangan Islam Sunnah itulah yang harus diikuti dan diteladani oleh individu, keluarga masyarakat dan pemimpin sehingga memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat serta terbebas dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia, jin dan batu. 

Tanggung jawab keluarga meliputi enam hal. Pertama, anak harus dilihat sebagai amanah. Versi Al-Qur'an anak adalah hiasan hidup, sumber harapan dan musuh bagi orang tua. Kedua, menjaga hubungan harmonis antara ayah, ibu dan anak dari hubungan inilah terbentuklah keluarga sakinah, mawaddah warahmah. Maksudnya rumah tangga yang teduh, damai dan dapat memenuhi kebutuhan primer keluarga. Ciri-cirinya yakni bahasa ayah dan ibu kepada anak harus lemah lembut, sopan dan tidak kasar, demikian pula bahasa anak kepada kedua orang tua. Ketiga, mendoakan agar di karuniai istri (pasangan) dan anak-anak yang menjadi permata hati mulai dari alam lahir sampai lahir. Permata hati maksunya menggembirakan, anak yang menghiasi diri dngan akhlak yang mulia, Sholeh dan Sholehah, berpendidikan, cerdas, kreatif, serta tunduk dan petuh kepada kedua orang tua. Keempat, menasehati anak kejalan kebaikan dengan cara menyentuh hati atau kasih sayang, tidak dengan cara kasar dan membentak. Kelima, menjelaskan kepada anak tidak boleh syirik secara lahir dan batin kepada Allah. Karena syirik itu perbuatan dzalim dan dosa terbesar yang tdiak akan diampuni oleh Allah SWT. Keenam, tanggung jawab keluarga mengantarkan keluarga menjadi keluarga bahagia. 

Tanggung jawab sekolah atau guru terdapat dalam Qur'an surah Al-Mujadilah ayat 11 dan Al-Baqarah ayat 132-133 yaitu memberi pendidikan secara formal, terutama mengembangkan potensi akal dan spiritual peserta didik. Potensi akal maksudnya mengembangkan daya pikir peserta didik menjadi anak yang cerdas, disiplin, rajin, mandiri, kreatif, inovatif dan patuh pada perintah guru. 

Tujuan pengembangan akal dan Ruhani adalah untuk melahirkan peserta didik yang beriman, berakhlak mulia dan berilmu pengetahuan. Menurut M. Quraisy Shihab mengatakan berilmu pengetahuan maksudnya peserta didik yang beriman, berilmu bukan hanya ilmu agama tetapi ilmu pengetahuan umum yang bermanfaat utnuk dirinya dan masyarakat. Manusia menurutnya terbagi menjadi dua. Pertama, manusia yang beriman dan beramal shaleh. Kedua, manusia beriman, beramal Sholeh dan berilmu pengetahuan. 

Pemimpin adalah orang yang memimpin yang di tunjuk atau dipilih masyarakat. Menurut M. Quraisy Shihab Ulil Amri atau pemimpin ialah orang yang berwenang mengurusi urusan kaum muslimin dalam bidang kemasyarakatan. Kelompok yang termasuk pemimpin ialah pemerintah, ulama, pemimpin organisasi dan profesi. 

Komentar